"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Tips Cara Merespon Hinaan



Tips ini saya dapetin dari bacaan buku agama, dan yang kasih contohnya juga nabi yang bawa agama itu. nabinya gak usah disebut ah.
Tentang sebuah hinaan, tentunya manusia tidak bisa melepaskan diri dari hal tersebut. dimana pun kita, seperti apa pun kita, sekaya-dan semiskin apa pun kita, hinaan cepat atau lambat akan hinggap pada diri kita.
Suatu hari, saya menengok teman sekelas yang sudah beberapa hari tidak masuk sekolah.
“Kenapa kawan kamu gak sekolah. kondisi kamu kan sehat?”
“aku akan keluar dari sekolah itu”
“kenapa?”
temanku itu diam saja. ekspresi mukanya menunjukan suatu kekesalan.
“katanya dia banyak yang menghina disekolahnya” Kata ibunya memotong pembicaraan kami.
“Oh…. itu permasalahannya. Tapi kenapa harus keluar sekolah?”
“sakit hati!”
“emang kalo keluar sekolah bakal lepas dari hinaan ya? Bu, jangankan anak ibu, atau saya sendiri, kebaikan saja banyak yang menghina bu. Tuhan saja banyak yang menghina, bu”
sebetulnya segala sesuatu tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. mengenai hinaan. doeloe ada seorang nabi yang sangat dipuja-puja umatnya, tapi yang menghina, mencaci-maki nabi itu pun jumlahnya tak kalah banyaknya. Hanya saja, satu hal yang menarik dari nabi itu adalah; responnya ketika ia mendapat hinaan.
Sangat aneh sekali responnya, bayangkan saja, ketika ia hendak pergi beribadah. di tengah perjalanan ada seseorang yang tengah menunggunya. orang yang nunggu itu bukan mau kasih nasi timbel, sama sekali bukan. orang itu mau menghina nabi tersbut, bahkan hinaannya dibumbui dengan ludah. croooottt.. gitu ludahnya disemburkan ke nabi itu. apa respon nabi. ia malah tersenyum dan mengucapkan terimakasih. dan apa yang terjadi ama peludah tadi. ia malah tambah kesel dan sakit hati. sakit hati kenapa? saya juga gak tahu? dia yang menghina, dia yang menyemburkan ludah, kok malah dia yang emosi.
kejadian itu terus berulang-ulang. sampe nabi yang selalu dihina dan diludahi itu kangen ama si penghina. pikir nabi, “ni mana orang yang suka nyambut saya?”. nabi itu penasaran. dia bertenya kepada orang-orang kabar si penghina itu,
“kata Nabi, “Eh loe tahu orang yang suka nyambut saya gak?”
“yang suka ngehina itu?”
“iya”
” yang suka ngeludahin itu”
“iya, betul sekali”
“Dia lagi sakit”
“apa?!” sakit!”
Ni nabi sebetulnya bikin gemes. denger orang yang suka menghinanya sakit. dia gelisah kayak orang hawatir saja. udah gitu dia malah menjenguk si penghina itu. dan ternyata, setelah si penghina itu tahu bahwa dirinya dijenguk sama orang yang selalu dihinanya, akhirnya dia malu sendiri. dia nyesel.
apa arti dari kisah di atas. ini hanya subjektifitas saya saja. dan ini tips khusus buat yang mau rileks kalo mendapat hinaan.
  1. jangan ambil hati kalo dihina, kalo bisa berpura-pura tidak denger.tinggalin sekalian.
  2. jangan pernah membalas hinaannya. cuekin aja. (dicuekin kadang lebih menyakitkan daripada mendapat hinaan balasan).
  3. tersenyumlah pada si penghina. senyumnya harus tulus seolah kamu gak denger hinaannya, melainkan  senyum itu harus ditunjukan seolah itu rasa bahagia bertemu si penghina.
  4. jangan dulu inget kamu itu siapa. itu haya akan membuat kita tambah sakit atau kesel.
jadi intinya cuekin aja!!!!!!!!!
sebab orang yang menghina itu ada kalanya, atau ada seringnya memang mau dibalas hinaannya. jadi bisa saling hina-hinaan. Nah, kalo hinaan dicuekin, kadang yang ngehina sakit ati sendiri. jadi dia kesel lagi…
dan yang terakhir. jangan saling menghina orang tua sendiri. kalo ada orang yang menghina orang tua loe, usahain cuekin atau pura-pura gak tahu, atau tinggalkan saja sekalian. kalo kamu membalas hinaan orang tua dengan menghina orang tua sipenghina, artinya kamu saling menghina orang tua, dan itu artinya kamu menghina orang tua sendiri. kamu ngehina orang tua sipenghina, dan sipenghina ngehina orang tua kita. kan kedua orang tua kita jadi diramein hinaanya. sama saja itu ngehina orang tua sendiri.
kalo anda punya tips yang lain. silahkan sebutin. makasih ya………

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...