"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

"Menikah Setelah Lulus SMP?!"


"Kakak gila, ya? saya kan masih duduk di bangku SMP. Masa habis lulus harus nikah. apa kata dunia nanti, kak?"

Itu pacar saya yang bicara.
"Dunia memang akan banyak kata Ndah, tapi dunia hanya akan berkata, bukan peduli. Gak apa-apa nikah setelah lulus sekolah juga, nanti kita pindah saja ke kota, di sana kamu boleh sekolah lagi kok. menjalin kisah kasih di sekolah juga gak apa-apa..."
"Hehehe... Kakak...."
"Mau kan nikah secepatnya? nanti kalo Ndah setuju, kakak akan melamar kamu secepatnya.
"Ndah gak tahu, kak. Lagi pula mama belum tentu merestui menikah di usia dini. Mamah mengharapkan Indah mengejar impian Indah..."
"Impian? bukankah impian Indah dan Kakak sama. menjalin cinta sampai mati, hidup bersama dan bahagia. itu kan impian kita Ndah"
"Iya, tapi kan kalo harus menikah di saat ini.... Indah gak tahu harus menjawab apa. Indah sayang sama kakak, tapi takut kalo menikah setelah lulus."
"Apa yang kamu takutkan sayang?"
"Banyak kak, banyak sekali
"Iya, apa saja..."
"Indah takut mamah gak merestui, Takut diomongin masyarakat, takut sama pernikahan itu sendiri, takut gak dapat restu KUA, emmm... dan takut kakak..."
"Apa! takut sama Kakak. takut gak mencintai maksudnya?"
"Bukan. bukan itu. Indah takut hidup kita nanti. Kakak kan usahanya baru belajar, penghasilannya juga baru cukup untuk diri sendiri, itu juga gak besar.
Jujur, Saya diam saja waktu Indah berkata seperti itu.
"Bukankah kakak ingin Indah bahagia. apakah benar kakak sudah merasa mampu membahagiakan Indah?..."
"Iya, kakak tahu itu. pekerjaan dan kebahagiaan.... keduanya...."
"Keduanya penting sekali bagi Indah kak..."
"Kakak tahu, sayang"
"Kalo Indah boleh tahu, kenapa sih kita harus menikah secepatnya. Kita kan pacaran biasa-biasa saja kak"
"Iya, aku tahu itu sayang.  kita memang tidak pernah melakukan apa-apa..."
"Nah, karena tidak melakukan apa-apa itu, kita..."
"Kita mencoba melakukannya..."
"'Ihhhh.. kakak...." Indah nyubit tangan saya
"Bukan itu. Tapi, kalo kita menikah, justru hal itu akan membuat masyarakat berprasangka yang tidak-tidak...."
"Itu ada benarnya. Tapi, kalo kita pacaran terlalu lama, hal itu juga ditakutkan akan membuat kita terjerumus ke dalam perbuatan yang terlarang di masyarakat kita. Masyarakat kita kan masyarakat doeloe, yang masih menjunjung adat istiadat, yang masih menjaga anak gadisnya dan anak laki-lakinya agar tidak melakukan sesuatu yang dilarang..."
Indah, diam sejenak. Lalu dia melanjutkan pembicaraan.
"Kak, Udah dulu ya, nanti Indah telepon lagi. sekarang Indah mau sekolah. Dah kakak...
"Dah..."
"Dari pembicaraan yang memang kurang serius itu, sampai sekarang saya hanya bisa mikir. bukan mikir pernikahannya. Tapi, kebudayaan masyarakat doeloe dan masyarakat sekarang.

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...