"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Bangsa Yang Menderita


OLEH DASAM SYAMSUDIN

Bangsa Indonesia selalu dirundung duka dan nestafa, musibah yang datang silih berganti tiada henti menerpa, laksana gelombang yang menepi, kehadiranya hanya untuk menyapu pepasir dan mengikis pantai. Bangsa ini mungkin hanyalah sebuah wadah besar tempat masyarakat Indonesia menggantungkan kehidupan dan harapan. Namun bangsa yang diam ini memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah yang apabila ketenangannya terusik, bumi Indonesia tidak akan segan mengguncangkan seluruh daratan dan perairannya, untuk memporak porandakan seluruh isinya. 

Bukan hanya itu, keruksakan bangsa ini kini telah memasuki ke jantung kehidupannya. Keruksakan moral sebagian pemerintah, degradasi moral para remajanya, wanita yang kehilangan rasa malu dan kehormatannya, terlebih lagi kemaksiatan yang membudaya yang seolah-olah hal itu suatu kebenaran yang harus dijalani dan diterima apa adanya. Apalah arti suatu kebaikan dan kehidupan jika suatu bangsa tidak lagi memandang penting moral dan kearifan hidup seluruh masyarakatnya. Buat apa alam yang melimpah ruah dan harta yang menumpuk, juga intelektual yang berjejal, jika moral bangsa ini telah hilang, atau paling tidak, hilangnya identitas perilaku masyarakat indonesia yang penuh dengan kebudayaan lokal.

Betapa mengharukan bangsa ini, seiring usia yang menua, harapan akan kemajuan bangsa dan Negara kini bukanlah sebuah utopia. Tapi, apalah arti sebuah kemajuan bangsa dan Negara jika moral dan etika masyarakat harus ikut tenggelam bersama kekunoan yang tertinggal. 

Sepertinya, satu-satunya warisan yang selalu diturunkan secara turun temurun dan berkesinambungan dari sebuah Negara adalah beban moral kehidupan dalam menata moral-akhlak itu sendiri. Bukan menata tatanan pemerintah. Sebab, satu-satunya penyakit yang mampu melumpuhkan manusia, menyeretnya dalam jurang kesengsaraan dan kesedihan adalah hilangnya aturan-aturan insani yang kaya akan norma kehidupan. Merasa hidup bebas tanpa beban tanggung jawab yang akan menghisabnya kelak merupakan cara pasti untuk menenggelamkan diri ke dalam kengerian yang pelan tapi pasti.

Selalu, disetiap sela-sela kehidupan ada aturan yang harus kita laksanakan, meski berat dan terkadang pahit. Karena aturan adalah rambu-rambu yang bisa menyelamatkan manusia. Patuhi rambu-rambu kehidupan jika kita ingin selamat. Tiada kata lagi yang sanggup saya sampaikan kecuali harapan akan perubahan moral diri pribadi.

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...