"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Al-Quran Dan Kekuatan Perubahan

Oleh DASAM SYAMSUDIN

Kitabnya tebal, tulisannya unik dan sastrawi, berbahasa ‘Arab, maknanya luas, penafsirannya menebarkan aura lautan pengetahuan, kata-katanya indah, membacanya ibadah,dan lain sebagainya. Kitab itu diturunkan di Mekkah kepada seorang laki – laki bernama Muhammad dengan perantara malaikat Jibril. Kitab itu adalah al-Quran,, dimana kata-kata yang tersusun layaknya mutiara yang mampu mempengaruhi seluruh manusia. Al-Quran bukan hanya mantra pemikat hati umat Islam, tapi seluruh orang yang telah membaca al-Quran. Seandainya orang yang beriman membaca al-Quran maka di dalam dirinya akan terjadi “konflik” yaitu lakukan amal soleh sekarang atau jangan?”. Pengaruh itu akan dirasakan oleh orang yang beriman. Hal demikian, memang sebagian besar hanya bisa dirasakan bagi orang-orang yang mengerti dan faham isi kandungan al-Quran. Tapi, tidak menutup kemungkinan seseorang yang tidak mengerti arti dari bahasa al-Quran, tapi dia mengerti al-Quran berisi segala perintah kebaikan dan dia merasakan nikmatnya membaca al-Quran yang penuh dengan sya’ir, maka hal itu akan memotivasi dirinya untuk berbuat kebaikan. al-Quran berisi pesan – pesan kebaikan, keimanan, keIslaman juga tentang ihsan, hal demikian itu diketahui dan dirasakan oleh orang-orang, maka tidak heran al-Quran adalah kitab perubahan (the power of change).

Seseorang yang telah membaca al-Quran nuansa ruhaniyahnya akan terbuka, baik dia mengerti atau tidak tentang artinya pasti suasana ruhaninya (keimanan) akan begitu terasa. Kita sering mendengarkan lantunan ayat yang sangat indah, dan yang kita pikirkan hanya satu yaitu “ajakan kebaikan”, walau kita tidak memahami isinya. Kesakralan al-Quran saja, karena selalu diidentikan dengan pesan kebaikan mampu merubah perasaan seseorang, apalagi jika ia mengerti hakikat dan esensi ayat-ayat yang dibacanya. Pastilah ia akan berusaha melakukan kebaikan secepatnya. Al-Quran mampu menumbuhkan kerinduan seseorang untuk berbuat kebaikan.

Kekuatan pengaruh perubahan di dalam-al-Quran sangat besar, maka tidak heran orang-orang non muslim yang mempelajari al-Quran banyak yang terhanyut dengan keindahan bahasa dan pesan dari kitab yang mulia itu.Sehingga tidak sedikit diantara mereka yang masuk Islam. Orientalis misalnya, mereka meyakini kebenaran pesan-pesan al-Quran yang mampu mempengaruhi perubahan besar jika seseorang sudah berpegang teguh terhadap al-Quran. Tidak sedikit pula, orang non muslim yang membpelajari al-Quran, terpikat dengan bahasanya, tidak bisa menutupi pesan keberannya sehingga ia berubah menjadi orang Islam. Hal seperti itu sudah kita ketahui, dan itu adalah bukti konkreet dari al-Quran sebagai kekuatan perubahan. Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw itu memang hanyalah sebuah kertas tak ubahnya dengan buku-buku yang lain.Tapi, kesakralan al-Quran itulah yang mampu menumbuhkan kekuatan besar untuk perubahan. Maka tidak aneh jika orang yang tidak mengerti al-Quran, dia hanya bisa membacanya dirinya akan melakukan perubahan yang lebih baik.

Orang yang tidak terpengaruh mantera al-Quran bukanlah orang yang bodoh (tidak mengerti/ faham maksud ayat) saja, melainkan yang tidak ada pada dirinya keinginan untuk berubah. Walau pada hakikatnya ia merasakan pengaruh al-Quran, Cuma ia berusaha menutupinya. Bukti banyaknya orang non muslim yang masuk Islam karena membaca al-Quran, mendengar ayatnya, atau hanya mendengar adzan –kalimatnya, penggalan potongan-potongan ayat al-Quran—itu jelas, bahwa mereka terpengaruh. Bagi mereka yang tidak masuk Islam, maka mereka akan berusaha menutupi rasa kekuatan yang besar dari al-Quran yang terus terasa.

Umat Islam yang menyebar dihamparan dunia ini, merasakan arti persaudaraan, dan integritas yang tinggi adalah karena pengaruh al-Quran yang selalu mereka baca. Al-Quran adalah kitab tertangguh yang pernah ada. Agama lain banyak yang merubah esensi dari kitabnya, karena mereka tidak merasakan kekuatan perubahan pada dirinya setelah membacanya. Mereka menganggap kebenaran kitabnya sudah tidak relevan dengan jamannya. Berbeda halnya dengan kitab yang selalu dijaga pemilik-Nya ini, pesan-pesan nya yang terhimpit dibutiran ayat-ayat selalu relevan dengan masalah apapun dan sesuai dengan konteks jaman.

Perubahan besar pada negara- negara Islam bisa kita saksikan dibelahan dunia karena pengaruh dari pesan-pesan kebenaran al-Quran. Kitab mulia itu memang hanya sebuah kertas, bahkan hasil tulisan manusia, yang menjadi dasar pengaruh dari kitab itu adalah karena mengandung pesan kelangitan yang abstrak dan sakral. Sehingga jika kita membacanya maka perasaan ketuhanan akan begitu terasa dan menggelora di dalam jiwa sehingga menumbuhkan benih-benih kerinduang pada perubahan yang lebih baik. Al-Quran sebagai petunjuk akan selalu relevan memberi pedoman pada manusia di jaman apapun, dan dimensi manpun.

Penulis, Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Bergiat di Institute for Religion and future analysis (Irfani) Bandung

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...