"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Terimakasih Mengatakan Islam Teroris

Awalny pergumulan lapak itu membahas ABB. Lalu tiba-tiba pembahasannya menyeret Islam, mengeluarkannya dari diri ABB. Generalisasi pun diputuskan, Islam teroris, Islam agama bermasalah. Atau, ABB dijadikan icon Islam, seakan gambaran Islam itu hanya terwujud dari kata-kata dan tindakan ABB. Analisis apakah yang digunakan oleh kaum intelek itu sehingga berani menyebut Islam teroris karena seorang penganutnya berkata dan bertingkah tidak umum seperti masyarakat Islam yang lainnya. Metode ilmiah mana yang melegitimasi analisa seperti itu.

Kenapa seseorang begitu mudahnya menyemburkan kata yang belum tentu pasti. Jika memang tidak menyukai pemikiran orang lain, tajamkanlah pandangan pada satu titik permasalahan itu. Bukan menyeretnya lalu membantingnya beserta hal yang tidak berkaitan, atau berkaitan tapi berbeda tempat.

Jika ABB teroris, hujamkanlah tuduhan itu tepat ke dirinya beserta bukti, fakta, alasan, efek, dan sejarahnya. Gak usah dikait-kaitkan pada hal yang ada diluar dirinya. Jika memaksa seperti itu, maka diri ABB bukan hanya cerminan Islam, tapi cerminan diri Indonesia. Bukankah Ia WNI? Berati bukan hanya Islam yang teroris, tapi juga Indonesia. Dan, tepatkah menyebut Islam teroris, atau umat Islam teroris? Jika pilihannya yang kedua, maka anda harus memecahnya lagi pada seseorang yang melakukan tindakan yang benar-benar anda anggap teroris. Jika pilihan yang pertama anda pilih, berarti anda sedang memfitnah besar-besaran, menakuti banyak orang Islam. Dan anda tahu apa artinya itu?

Untuk Saudara Muslim, ijinkan saya berkata. Jika saya salah, mohon ada koreksi.

Jika suatu lapak ada, atau terkesan ada hal yang memojokkan Islam. Tolong, janganlah berkomentar apa pun. Biarkanlah lapak itu sepi, sendiri dengan tuduhannya yang bertubi-tubi. Sebaik apapun keilmuan anda, berdebat di dunia maya, tanpa profil dan identitas yang jelas, hanya memain-mainkan kata yang tiada guna, menyentuh rasa karena tak beretika. Sekali lagi, saudaraku yang seagama, diamlah mulai saat ini untuk hal-hal kebencian yang ditujukan kepada agama kita.

Bangsa ini sudah jengah dengan masalah perbedaan agama, rasionalis dan fundamentalis. Samakanlah suara untuk memikirkan nasib bangsa. Mari fokuskan pembahasan pada inti permasalahan, gak usah serempet-serempetan pada pribadi apalagi agama. Butuh ilmu banyak untuk memahami agama, bukan sebatas dari pandangan mata, atau kabar yang terngiang ditelinga. Tentu anda mafhum, membahas filsafat dari buku fiqih, sangatlah tidak pas. Begitupula membahas agama dari satu sudut saja, filsafat misalnya, itu pun tidak pas.

Terimakasih pada mereka yang telah mengatakan Islam adalah teroris. Senyum bahagia saya tujukan pada anda.

Saya Bukan Abu Bakar Ba’asyr, tapi saya Ingin Indonesia Sejahtera.

Saya tidak membela ABB, sama sekali tidak.

Salam Persaudaraan.

Komentar Dari Para Kompasianer
  • 26 April 2011 19:18:56
    orang seperti Dasam sgt dibutuhkan di Kompasiana. di sini banyak antek amerika Sam. penyembah obama. 
    |
  • 26 April 2011 19:25:25
    Ah, tidak juga, Mas. Keilmuan sya masih sangat dangkal. Sya hanyalah anak muda yang sedang berusaha memahami kehidupan.
    terimakasih, Mas.

  • 26 April 2011 19:40:31
    krn sy nggak bisa terus menerus mengkasari orang2 di sini. sy lelah sendiri counter org2 dgn sarkastik.


  • 26 April 2011 19:50:06
    Sya juga sebetulnya baru sadar, Mas. dulu sya juga beringas kalau ada yang ngehina Islam.. malah sya balik nyerang dengan ucapan yang akhirnya membuat sya lupa akan etika berkata…
    Sya diijinin masuk dunia Maya asal tetep harus jaga etika.. asalnya sya juga sembunyiin diri saya. kalau skarang engga ah.. biarlah orang lihat siapa sya.. biar ada yang membenarkan kalau sya, lebih terbuka


  • 26 April 2011 19:19:59
    Memang, dalam segala hal untuk memahaminya harus sesuai ilmu yang dimiliki…
    kade sam, ulah sok kababawa jelema anu teu puguh pemikiranana…
  • 26 April 2011 19:25:48
    hatur nuhun pak… Insya Allah moal…

  • 26 April 2011 19:26:14
    Betul mas.
    Mungkin karena hanya mereka berteriak Allahu Akbar lantas “jihad konyol”-nya itu dg serta merta dilekatkan dg Islam
  • 26 April 2011 19:31:43
    Benar sekali, pak. padahal, triakan Allahu Akbar sendiri seharusnya mengingatkan pada mereka agar jangan bertindak konyol..
  • 26 April 2011 19:31:59
    Alhamdulillah….. sebuah pencerahan…… tak semua gayung harus di sambut, tak semua kata harus di jawab….
  • 26 April 2011 19:33:11
    Hehe.. terimakasih, “tak semua gayung harus di sambut” kata itu akan sya masukan ke dalam pustaka saya. terimakasih, Pak Dian.

  • 26 April 2011 19:34:34
    Asing Awalnya
    Asing Akhirnya….
  • 26 April 2011 19:35:34
    kalau boleh tahu, apa maksudnya Ustad Armand. hehehe..

  • 26 April 2011 19:37:29
    aha…..
    pur pur lup aja eits….
  • 26 April 2011 19:38:31
    Ih, beneran sya gak ngerti maksudnya..
  • 26 April 2011 19:42:11
    buka tuch kit-kun….
  • 26 April 2011 19:46:46
    Ah, si Mas.. apalagi ini. kit-kun?.. to the point saja, Mas..
  • 26 April 2011 19:58:31
    utk mmperjelas apa yg di mksud sdr Armand..
    buka kit-ab kun-ing lg sj kang.. nanti akan ketemu apa yg di mksud dngan Asing awalnya Asing akhirnya “al hadist’
    yaitu Dien Al Islam…
    Ma’af kang Armand…
  • 26 April 2011 20:00:39
    Oh.. iya.iya.. sya baru ingat. terimakasih telah mengingatkan.. Tuh, kan apa sya bilang. kang Armand selain dosen, dia juga ustadz..
    mas Green, terimakasih banget..
  • 26 April 2011 20:06:19
    yayaya.. HR Muslim, Kitab Iman… mudah-mudahan Islam masih terang benderang, tidak asing lagi…..
  • 26 April 2011 20:17:34
    satu lg tmbahn kang…
    apapun itu jidal dngan ‘mereka2′ itu mubadzir, bukan mnmbah rasa tentram malah menambah runyam, betul sperti yg dikatakan ustadz Dahlan, bantahlah dngan ilmu yg ada dan tinggalkan jika tdk ada manfa’at didalamnya…
    Nuhun.

  • 26 April 2011 20:26:43
    @GT: Syukron Katsira…
  • 26 April 2011 20:27:06
    sawangsulna kang. Ustad dahlan memang guru sya. meski terkadang sya berbeda dalam masalah ushul fiqh dan fiqh.. hehehe.. hatur nuhun pisan..
    Suka
  • 26 April 2011 21:03:37
    berbeda pendapat tentang mslah ushul fiqh & fiqh itu sdh sunnatulloh kang…
    pun berbeda pendapatan itu jg sdh kodrat illahi..
    he he he he
    Suka
  • 26 April 2011 21:09:31
    sekarang sya ngerti, Mas Green ustadz.. ya. Kok paham bener masalah agama. emmm, sya harus banyak belajar nih.. hatur nuhun Kang Green…
    Suka
  • 26 April 2011 21:23:36
    walahhhh…
    kajauhan pisan kang, kalo kmren kang Dasam blng hanya setetes air lautan ilmu yg baru nyantol, saya mah baru setetes air dari jarum/peniti kang…
    itupun kalo ga buru2 dimurojaahkan lg kburu kering kena tiupan angin kang.
    Suka
  • 26 April 2011 21:25:04
    walahhhh…
    kajauhan pisan kang, kalo kmren kang Dasam blng hanya setetes air lautan ilmu yg baru nyantol, saya mah baru setetes air dari jarum/peniti kang…
    itupun kalo ga buru2 dimurojaahkan lg kburu kering kena tiupan angin kang.
    Suka
  • 26 April 2011 21:32:37
    Ah, kalau jarumnya, jarum sunti sya percaya, biar lubangnya kecil, tapi di dalamnya banyak, penuh…
    Suka
  • 26 April 2011 21:51:42
    husss…
    kang Dahlan koq ngomongin suntikan, sy plg anti lho kalo ke dokter main suntik2an.
    Syukron katsiro… sdh mau menjadi teman sy.
    sdh confirm kang.
    Suka
  • 26 April 2011 22:03:50
    Ih, udah gak konsen ya, kok sya disebut Kang Dahlan. Dasam, bukan Dahlan. Pak dahlan itu nama guru ngaji sya…
    syukron kembali.. hehe.
    ‘aina tadrus? ma’haduka maqsudi..
    Suka
  • 26 April 2011 22:21:51
    afwan kang…
    keybordnya ga bisa diajak kompromi(ngelesdotcom).
    salam tuk ustadz Dahlan.
    Suka
  • 26 April 2011 22:43:05
    Inasya Allah nanti sua salamkan…
    Suka
  • 26 April 2011 19:43:48
    “Kenapa seseorang begitu mudahnya menyemburkan kata yang belum tentu pasti. Jika memang tidak menyukai pemikiran orang lain, tajamkanlah pandangan pada satu titik permasalahan itu. Bukan menyeretnya lalu membantingnya beserta hal yang tidak berkaitan, atau berkaitan tapi berbeda tempat.”
    mantap..
    vote : aktual
    Suka
  • 26 April 2011 19:47:10
    Terimakasih Mas Andy..
    Suka
  • 26 April 2011 19:47:16
    tulisan yang bijak…..semangat dari: bahwa Islam itu cinta bagi semesta, bumi dan seluruh penghuninya.
    Suka
  • 26 April 2011 19:54:41
    Eh, ada teteh. Makasih, alhamdulillah banget.. tapi jangan bilang tulisan bijak, itu bukan milik sya, Tulisan (kalam) bijak hanya milik Allah.. hehe…
    Suka
  • 26 April 2011 19:49:44
    Salam sejahtera, saya sebagai umat kristiani sangat menghargai sikap bapak dasam dkk, mudah2an sikap seperti itu dimiliki oleh semua warga negara indonesia tanpa terkecuali sehingga orang2 yang mau memecah belah dan merusak negeri indonesia tercinta ini malu dan tidak berusaha untuk merusak tatanan negeri kita yg sangat damai dan makmur, mudah2an negeri kita mempunyai kedamaian, keadilan serta kemakmuran, salam sejahtera.
    Suka
  • 26 April 2011 20:19:20
    Salam sejahtera, kedamaian beserta anda.. (maaf, sya tidak tahu etika cara menyapa agama Anda, jadi cuma bisa seperti ini, hehe..)
    Terimakasih sudah berkunjung..
    Suka
  • 26 April 2011 19:55:24
    Ayo kita mengaji lagi ke kajian ilmu yang hak sesuai Al Quran dan As sunnah.
    Suka
  • 26 April 2011 19:57:23
    Terimakasih sarannya, Mas Eka…
    Suka
  • 26 April 2011 20:00:02
    Terima kasih Pak Dasam mari kita sama2 berdoa dan berusaha agar negeri kita selalu dalam perlindungan Tuhan YME. Amin.
    Suka
  • 26 April 2011 20:23:33
    Terimakasih, Mas. saya sangat menghargai Anda. Tapi Maaf, Sya akan berdoa dengan cara sya sendiri, sesuai etika agama sya). jadi sya hanya bisa menghargai…
    Terimakasih…
    Suka
  • 26 April 2011 20:21:36
    Rasanya sangat2 sejuk baca tulisan n komen dari bpk2 n ibu..inilah warna Islam sejati kang jg Nusantara banget…Allah Akbar..
    Suka
  • 26 April 2011 20:27:53
    Allahu Akbar.. terimakasih…
    salam
    Suka
  • 26 April 2011 20:40:33
    Baik Pak Dasam, sampai ketemu di wacana yg lain, salam damai dan hormat saya pada saudara2 sekalian, trimakasih, amin.
    Suka
  • 26 April 2011 20:42:56
    sama-sama, Mas…
    Terimakasih atas kunjungannya.
    Suka
  • 26 April 2011 20:54:23
    bener mas…ini adalah salah penyikapan individu..bukan Islam..kebetulan aj ABB islam…
    Suka
  • 26 April 2011 20:55:06
    Kang dasam jangan terpancing pada perdebatan yang tidak berrmanfaat, kewajiban kita hanya memberi manfaat. Disini banyak yang ahli debat, tapi hanya sebatas debat dan jauh dari bermanfaat.
    Suka
  • 26 April 2011 21:02:55
    Enggak ,Mas. Sya tadi gak berdebat. justru sya menengahi, kalau tidak salah mas Ibnu… sya lupa nama lengkapnya, sya menyarankan dia agar mundur dari perdebatan, sebab sya tahu, mereka sedang mempermainkannya. dan Alhamdulillah Mas ibnu mundur, Akhirnya sya menulis ini..
    Terimkasih atas perhatiannya, Mas.
    Suka
  • 26 April 2011 21:20:01
    setuju dgn tulisan ini… salut dgn pandangan mas dasam yg bijak dalam menyikapi persoalan sensitif spt ini. saya jg ga suka debat gak jelas gt, hahahaha
    salam kenal ya mas
    Suka
  • 26 April 2011 21:30:45
    Terimakasih Mabk..
    salam kenal juga…
    Suka
  • 26 April 2011 22:18:33
    “Metode ilmiah mana yang melegitimasi analisa seperti itu.”
    Metode salah kaprah dari negeri dongeng yang haus kedamaian katanya
    Mengikuti komentar yang makin penuh dengan emosi dan kebencian jadi tambah prihatin aja.
    Nice posting smg bisa menyejukkan.
    Salam
    Suka
  • 26 April 2011 22:35:55
    Terimakasih Bunda.. sya selalu senang dikunjungi Bunda… kata-kata Bundalah yang selalu menyejukan dengan buaian keibuan yang begitu terasa..
    Suka
  • 26 April 2011 22:21:00
    Saya pikir: Kang Dasam ini memang hebat…….Mudah-mudahan orang-orang yang telah berapriori itu juga mengerti tulisan yang bijak ini…..
    Suka
  • 26 April 2011 22:36:58
    Ah, Mas Bagus jangan terlalu memojokan sya.. sya kan jadi malu.. hehehe.. rasanya baru lihat, Mas…
    sya kan tahu mas kapan datang kapan pergi, 18 jam sehari bareng kompasiana.. hehehe..
    Suka
  • 26 April 2011 22:28:14
    Sikap Ba’asyir jelas mengusik warga yg msh punya kecintaan thd bangsa & negara Indonesia. Masalah jadi makin runyam gara2 ada org2 yg malah menyanjung & membenarkan Ba’asyir.
    Suka
  • 26 April 2011 22:36:46
    Cukup bijak sekali Kang Dasam, mari kita buktikan Islam memang Rahmatan Lil Alamin sesuai dengan tuntunan Rasull kita. Kekerasan yang dilakukan oleh oknum individu jelas bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Salam hangat buat semuanya
    Suka
  • 26 April 2011 22:42:12
    salam hangat buat Arsenal ya, bung Hendi hehe..
    jangan lupa Madrid vs Barca minggu ini, aku pegang Barca..kecewa kalah kemarin hehehe
    Suka
  • 26 April 2011 22:42:25
    Alhamdulillah, dina wengi nu tariris kiyeu (Cibiuk nembe hujan) kenging siraman sareng motivasi kangge nambih kasumangetan dina ngalakonan hirup…
    Nuhun kang…
    Suka
  • 26 April 2011 22:52:10
    Waduh….saya harus bayar kacang nich sama Pak Andy wkwkwkwkwkwwk…
    Kalau nanti malam MU kayaknya bakal pulang dengan kecewa dihantam Schalke hehehehehe…
    Kalau barca-madrid sepakat dech dukung Lionel Messi dan kawan-kawan
    Suka
  • 26 April 2011 22:52:46
    Kang dasam sok atuh posting sambel Cibiuk diantos
    Suka
  • 26 April 2011 22:56:42
    Inasya Allah pami tos aya waktos tiis, ayeuna nuju sibuk ku barudak nu kursus, jaba kedah tataros heula ka ibu kantin pasantren..
    upami abi nyerat sambel cibiuk kedah HL, kumaha we carana.. hehehe…
    Suka
  • 27 April 2011 02:39:50
    wah,
    subhanallah..
    berhasil juga saya baca artikel&komen sampe bawah..
    salute buat mas Syam,,
    lanjutkan perjuangan qt “amar ma’ruf nahi munkar” di Indonesia tercinta qt ini..
    salam ya akhi..
    Suka
  • 27 April 2011 05:46:50
    Wahh, Si Mas masa sih..
    kalau bacanya sampai khatam (tamat), dapat sesuatu donk akhi…
    makasih akhi…
    Suka
  • 27 April 2011 07:15:01
    Ya, biarkanlah lapak yang menghina Islam itu sepi. Saya setuju dengan Mas Dasam.
    Yang menghina itu orangnya jelas kok agamanya non muslim yang sok tahu tentang Islam dan suka ikut campur urusan Islam (mislanya kasus Ahmadiyah). Argumentasi macam manapun tidak akan merubah keyakinan mereka terhadap sesuatu karena pada dasarnya mereka memang tak suka sama Islam. Mereka hanya mencari sesuatu tentang kejelekan oknum yang mencoreng kebaikan Islam. Mereka mengucapkan kata-kata indah, seperti pluralisme, tapi pada dasarnya mereka adalah berwujud manusia.
    Bagi saya, yang namanya emas, mau dibuang ke comberan pun akan tetap namanya emas. Begitupun Islam, mau dikatakan teroris pun akan tetap menjadi agama yang rahmatan lilalamin.
    Suka
  • 27 April 2011 07:24:42
    Termakan oleh media, melihat dari satu sudut pandang, dan kehilangan logika sederhana..
    kemudian tidak bisa menjawab, cuma bisa mencaci maki, dan akhirnya melupakan apa yang tidak harus diketik.
    Padahal, yang dia ketahui itu hanya berdasarkan satu sudut pandang atau dia mengetahuinya, tetapi menutup mata hatinya atau mungkin ditutup
    hanya DIA Yang Maha Mengetahui

    Sy mengalaminya hampir 4 Tahun di Forum yang mengatakan the largest

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...