"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Indonesia Masih Kecipratan Tsunami Jepang, Mari Berpikir Produktif


Jumat (11/3/2011) Jepang mendapat hantaman tsunami dan gempa yang luar biasa. Musibah tersebut ternyata tidak hanya memberi dampak buruk pada Jepang, Namun Indonesia pun kecipratan dampaknya, yakni pada bidang ekspor.


Semenjak terjadinya gempa Tsunami Jepang, nilai ekspor Indonesia jadi menurun. Berbagai perabot eksporan Jepang yang harusnya bisa dikirim dengan lancar mengalami kemacetan. Seperti menurut Kementerian Keuangan Jepang, “ekspor Negeri Sakura tersebut pada bulan ini jatuh hingga 2,2 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.” KOMPAS.com. Kendala ekspor ini salah satunya diakbitkan dari sulitnya bahan-bahan industri Jepang yang akan diproduksi menjadi barang jadi. Sebab gempa dan tsunami yang terjadi bulan kemarin mengakibatkan Industri Jepang mengalami keterlambatan, kekurangan bahan-bahan industri dsb.

Mengingat masyarakat Indonesia banyak yang jadi konsumen dari prabot produksi Jepang, seperti otomotif dan elektronik Tentu hal ini ditakutkan akan memberi dampak perekonomian pada bangsa Indonesia. Dan yang paling ditakutkan masyarakat bawah adalah naiknya harga barang produksi Jepang.

Permasalahan penurunan nilai ekspor dan kemungkinan besar akan adanya dampak penurunan perekonomian Indonesia harus sangat diperhatikan oleh Pemerintah. Sebab, meskipun disukai atau tidak, Indonesia bisa dikatakan mempunyai ketergantungan pada Jepang, disamping dalam ekspor-import, juga Jepang merupakan salah satu Negara yang memberi donasi pada program pembangunan Indonesia. kalau hal ini tidak disikapi dengan serius dan cepat tanggap, masyarakat akan kebagian dampaknya berupa kenaikan harga barang produksi Jepang, dan daftar permasalahan perekonomian Indonesia pun akan bertambah panjang.

Terlepas dari permasalahan tersebut, di sini sepertinya Indonesia harus bisa berpikir produktif. Artinya, kita sudah seharusnya mulai berpikir mandiri dalam meningkatkan barang-barang produksi, khususnya otomotif dan elektronik. Meskipun Tidak ada permasalahan penurunan nilai ekspor, pemerintah sudah saatnya memikirkan dan memprioritaskan permasalahan ini dengan serius. Secepatnya Indonesia harus bisa mengambil hikmah dan bangkit kepermukaan dunia dengan menggenggam sebuah prestasi produksi barang yang mempunyai daya tarik di mata dunia. Meskipun masyarakat sudah terbuai dan terikat dengan produksi Jepang, tentu hal ini jangan dibiarkan berlarut-larut. Sebab masyarakat harus mulai mencintai produksi bangsanya sendiri. Dan jalan yang tepat adalah dengan membuat sebuah terobosan dan ciptaan baru di dunia industri dengan kualitas yang baik.

Sampai kapan kita akan bergantung pada Negara lain. Meskipun jalinan kerjasama menguntungkan, tetap saja yang utama dan membanggakan bagi bangsa adalah karya cipta sendiri. Disamping itu, dengan bangkitnya produksi Indonesia yang bisa dilirik mata Internasional, tentu hal itu akan menjadi faktor kenaikan ekonomi yang sangat menguntungkan. Dan rakyat pasti akan bangga.

Dasam Syamsudin

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...