"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Alam Semesta Ber”Agama Islam”, Patut Ditauladani


Alam Semesta Ber-”Agama Islam”, Patut Ditauladani

Pendekatan yang akan saya gunakan untuk memperkuat argument saya bahwa alam ini beragama Islam adalah dengan menggunakan pendekatan bahasa, etimologi:

Pertama saya akan mencopot dulu kata, “agama” dari Islam, saya akan menggantinya dengan kata bawaan dari Al-Quran yang berkonotasi sama dengan agama, yakni “Ad-Dien”. Ad-Dien, artinya agama, setidaknya itu yang digunakan di Indonesia (sebagian orang muslim ada yang tidak menggunakan kata agama untuk ad-dien (agama) Islam. Kenapa saya harus mengganti kata agama dengan ad-dien? Ini hanya perspektif saya,. Kata ad-dien jika diartikan agama, maka kedua kata itu akan mempunyai makna dan definisi yang kurang sejalan. Sederhanya, kata agama tidak mengikuti secara tepat dengan pengertian ad-dien. Sebab, kata ad-dien dan agama mempunyai makna etimoligi yang berbeda.

Ad-dien berasal dari bahasa Arab, yang artinya “jalan atau aturan”, (saya hanya mengambil salah satunya, sebab makna ad-dien lumayan banyak). Sedangkan agama berasal dari bahasa sansakerta, yakni “a” dan “gama”. “A” artinya tidak dan “gama” kacau. Jadi agama artinya tidak kacau. Selain itu, di Wikipedia saya menemukan, bahwa agama itu artinya “tradisi”. Di tempat lain agama diartikan, kata A-GAM-A, awalan A berarti “tidak” dan GAM berarti “pergi atau berjalan, sedangkan akhiran A bersifat menguatkan yang kekal, dengan demikian “agama: berarti pedoman hidup yang kekal” (http://umum.kompasiana.com/2009/06/10/pengertian-agama-secara-umum/). Untuk pengertian yang terakhir, saya kira sangat dengan dengan pengertian ad-dien secara bahasa, jalan atau aturan.

Jadi saya tidak akan menyebutnya agama Islam di sini. Tapi, dinul Islam.

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa pengertian ad-dien adalah jalan atau aturan. Dan (dien) aturan sendiri di dalam Islam ada dua, yakni aturan Tuhan dan aturan manusia. Tapi saya tidak akan menjelaskan hal ini, saya hanya akan mengambil bahwa ad-dien artinya jalan atau aturan Allah SWT. Sedangkan pengertian Islam menurut bahasa adalah Keselamatan, kedamaian, atau berserah diri, dan ada juga yang memaknainya dengan menggabungkan smua kata itu. Jadi Islam adalah berserah diri kepada Allah SWT untuk menciptakan atau “menetapkan” keselamatan dan kedamaian. Saya menambahkan menetapkan sebab, segala sesuatu tidak berawal dari kekacauan.

Nah, jadi pengertian Dinul Islam secara bahasa adalah, “mengikuti aturan atau ketetapan Allah SWT dengan cara berserah diri untuk menciptakan atau menetapkan keselamatan dan kedamaian.”

Dengan demikian kita bisa memasukan pengertian ini ke dalam alam semesta. Seperti yang kita ketahui, bahwa alam semesta bergerak sesuai dengan hukum-hukumnya. Jika di alam semesta terjadi pelanggaran hukum-hukum maka hal ini akan mengakibatkan bencana yang sangat besar. Misalnya ada salah satu bintang yang lepas dari tempatnya, lalu bergerak bebas diluar angkasa, tentu hal itu sangat berbahaya.

Jadi, saya yakin. Bahwa hukum-hukum itu adalah aturan dan ketetapan Allah SWT, karena hanya Allah SWT yang mampu menciptakan perhitungan yang sangat cerdas dan rumit ini. Lalu, alam semesta mengikuti aturan Allah SWT itu dengan menempati hukumnya masing-masing dengan penuh ketaatan (berserah diri) sehingga kedamaian dan keselamatan kehidupan pun tercipta.

Bukan hanya itu, jika dilebarkan. Maka kerja organ tubuh yang tidak bisa dikendalikan akal yang ada disetiap diri makhluk hidup, termasuk manusia pun ber-Agama Islam (baca: Dinul Islam).

Terlepas dari perubahan materi alam semseta, yang pasti alam semesta ini bergerak mengikuti aturan Allah SWT dengan berserah diri sehingga kedamaian dan keselamatan tercipta (manusia selamat dari bencana besar).

Kesimpulannya, manusia ditakdirkan dari awal penciptaannya untuk hidup damai dan selamat dunia akhirat. Jika kita beragama Islam (baca pengertianya).

Rasulullah bersabda, “Setiap ummatku akan masuk surga, kecuali orang yang tidak mau. Para sahabat bertanya, ’siapa (adakah) orang yang tidak mau masuk surga? Rasulullah menjawab, ‘orang yang mentataatiku (menalankan perintah Allah) akan masuk surga, sedangkan orang yang membangkangku (membangkang perintah Allah), dialah orang yang tidak mau masuk surga.

Wallahu A’lam.

Saya mengharapkan koreksinya.

2 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...