"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Inilah Balasan Buat Dosen Yang Nginjek Al-Quran

Bukan berita aneh bukan, kalau ada orang menginjak al-Quran. Dulu, waktu aku belajar mata kuliah Filsafat. Dosennya Mr. Filsof, berkata sambil berlagak. “anak-anak, Quran itu boleh diinjak. Kitab itu kan makhluk, yah, seperti rumput boleh diinjak.” Teman-teman ada yang sedih, pastilah quran kok diinjak.

Kalu aku gak sedih, dukung aja tuh kata dosen, lumayan buat nilai A. gini cara dukungnya. “pak, quran itu boleh diinjak ya? Berarti gak berharga donk?”

Kata dosen tambah girang, “oh, boleh… boleh.. iya, gak berharga”

Ku dukung lagi, “kalau gitu, buku karangan bapak juga sama, boleh diinjak-injak!”, aku bicara gitu, sambil menginjak buku dosen itu. Puasnya aku.

kata Mr. Filsof, “apa! Buku karangan bapak diinjak! Itu gak boleh, susuah aku buatnya”

“oh, kirain boleh. Nih pak” itu aku bicara sambil ngelempar buku karangan dosen kebawah kakinya.

Melihat itu, semua mahasiswa menyeru, “pak, injak bukunya, ayo pak! Injak! Injak! Injak…injak… injak” semua mahasiswa mendukung dosen itu. Mereka berseru sambil menyanyikan, “injak..injak..injak

Karena ingin membuktikan buku itu gak berharga. Dengan tetesan air mata. Dosen itu pun akhirnya menginjak buku karangan satu-satunya yang buatnya aja 20 tahun.

Karena mahasiswa suka sama dosen itu. Mereka juga membantu Mr. Filsof menginjak-injak bukunya. Jumlah mahasiswa ada 40 Orang. Semua berebut buku itu untuk diinjak. Satu demi satu, dengan dilempar kan kesan-kemari. Menyaksikan itu. Pak dosen yang terhormat dan intelek itu menangis.. menangis, dan mengerti kenapa al-Quran susuah untuk dibolehkan diinjak.

Ya, saya kira banyak hal di dunia ini yang masuk akal dilakukan, tapi gak harus betul-betul dilakukan. Ada kalanya perasaan lebih utama dipilih daripada egoisitas pikiran semata. Bukankah perasaan yang selama ini menghidupkan kita. Dengan akalkah seorang ibu mengurus dan menyayangi kita. Hal yang tidak masuk akalpun akan dilakukan oleh seorang ibu untuk membela anaknya.

Mungkin itulah Muslim, kelemahankah atau memang itu kekuatannya?

4 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...