"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Bom Bunuh Diri, Jangan Bawa-bawa Ajaran Islam, “Jihad!”


Oleh DASAM SYAMSUDIN

“JAKARTA, KOMPAS.com — Bom bunuh diri yang dilakukan Syarif di Masjid Adz-Dzikro yang terletak di dalam Markas Polresta Cirebon menunjukkan pola baru ideologi terorisme di Indonesia: jihad individual."


Yang saya garis bawahi di sini adalah; Bom bunuh diri dikaitkan dengan jihad. Kenapa setiap ada aksi bom bunuh diri selalu diidentikan dengan jihad. Seolah-olah aksi bom bunuh diri adalah bagian dari jihad. Sepanjang pemahaman saya tentang Islam, saya sangat tidak menyetujui bom bunuh diri, meski itu dilakukan dalam keadaan berperang (perang yang sesungguhnya). Apalagi kesan yang didapat dari bom bunuh diri kecuali keputusasaan (merasa tidak punya pilihan lain). Benarkah di dalam berperang tidak punya banyak pilihan untuk memenangkan pertarungan, sampai-sampai bom bunuh dirilah jalan satu-satunya?

Memang Allah memerintahkan kepada hambanya yang  beriman (mempunyai kemampuan militer) –bahkan pada situasi tertentu mewajibkan seluruh umatnya (tidak seluruhnya sebab ada yang dikecualikan)—untuk berperang dijalan Allah sampai titik darah penghabisan. Tapi saya tidak menemukan satu ayat atau pun hadits yang mengarah pada berperang dengan cara mengorbankan (membunuh) diri sendiri dengan cara sengaja dan dilakukan dengan penuh kesadaran oleh diri sendiri (bunuh diri). Karena Allah jelas-jelas hanya memerintahkan umatnya untuk berperang dijalan Allah, prosesnya yang utama, bukti bahwa umat Islam memang tidak segan-segan mengorbankan jiwa, raga dan harta demi membela agama karena Tuhannya. Sekali lagi, karena Tuhannya, bukan karena sakit hati (kebencian) melihat kemaksiatan yang tidak kunjung hilang dari kehidupan, atau penderitaan perang yang tidak kunjung selesai, atau karena perang yang tidak kunjung menang, atau lain sebagainnya yang tidak dikaitkan dengan Allah SWT..
Coba Renungkan  ayat ini,

“Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi mereka yang berhijrah setelah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dengan sabar, sesungguhnya Tuhanmu  sesudah itu bener benar maha pengampun lagi maha pengasih ( An Nahl : 10 ).
Susungguhnya orang orang yang beriman, orang orang yang berhijrah dan  berjihad dijalan Allah, mereka mengharapkan rahmat Allah dan Allah maha  pengampun lagi Maha pengasih  (Qs AL Baqoroh : 218).

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang orang yang sabar. (Qs Ali Imron : 142).
Meskipum motif melakukan bom bunuh diri karena ingin menjatuhkan banyak musuh karena Allah SWT, hal itu sulit diterima syara,’. Karena, sesungguhnya perintah untuk berjihad, bukan semata-mata karena harus menang dalam peperangan, akan tetapi yang utamanya adalah, bukti keimanan seseorang sejauh mana di dalam keberagamaannya. Sebab jika Allah bertujuan jihad dilakukan agar untuk kemenangan semata, buat apa Allah memerintahkan manusia, padahal Allah sendiri lebih mampu memusnahkan manusia yang membangkangnya.
Coba Renungkan ayat ini,

“Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya  sendiri. Sesungguhnya Allah benar benar maha kaya ( tidak memerlukan sesuatu )  dari semeseta alam.” ( Qs AL Ankabut : 6).

Jika ayat ini dikaitkan dengan peperangan, berarti Allah tidaklah membutuhkan pertolongan manusia untuk memenangkan perang. “Dan barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya  sendiri.”
Dan renungkan pula hadits ini.
Abdullah Bin Mas’ud berkata , Saya bertanya kepada Rosulullah, Apakah amal yang paling Utama ? Nabi menjawab Sholat tepat pada waktunya. Kemudian apa? Beliau menjawab Berbuat baik kepada orang tua. Kemudian apa? Jawab beliau,  Jihad di jalan Allah. ( Hr Bukhori ).
Yang Jadi pertanyaan. Kenapa hadits itu menempatkan jihad diurutan ketiga setelah, shalat tepat waktunya dan berbuat baik kepada orang tua.
Pertanyaan lagi, jika seseorang mau melakukan bom bunuh diri, benarkan orang tuanya merestui? Jika tidak, lihat lagi hadits ini.
“Keridhoan Allah itu ada pada keridhoan orang tua”. (Bukhori Muslim)

***
Ulasan saya di atas hanya membahas tentang jihad secara ringkas, atau mungkin saja bahasa saya tidak jelas, saya mohon maaf. Bukan untuk menyudutkan siapa pun, hanya saja, saya tidak suka bom bunuh diri dianggap sebagai bagian dari jihad, atau cara berjihad. Sebab jihad adalah ajaran Islam, dan Islam adalah agama yang yang saya anut, dan saya sendiri berusaha memahami Islam, jadi itulah pemahaman saya.  Semoga dikoreksi.
Diatas saya hanya membahas bagian kecil jihad dalam perang. Sedangkan kasus bom bunuh diri banyak dilakukan dalam keadaan tidak berperang. Analogi saya sangat sederhana. Jika bom bunuh diri saja tidak boleh dalam perang, apalagi selain perang, lebih tidak boleh.

Yang terakhir,
“Maka janganlah kau mengikuti orang orang kafir, berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar.” ( Al Furqon : 52 )

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...