"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Akhir Ujian Nasional: Jangan Bilang Sekali Lagi, “Kecurangan Itu Wajar!”


Menanggapi Berita Harian Kompas.com Ucapan Menteri Pendidikan, Pak Mohammad Nuh “Menyelenggarakan UN adalah sebuah tugas besar, jika terjadi beberapa kecurangan, saya rasa itu wajar, karena kami bukan malaikat,”. Apa yang dimaksud dengan Kecurangan itu wajar? Dalam hal apa pun, yang namanya kecuranagan adalah sebuah upaya yang dilakukan secara sengaja dengan cara melanggar aturan yang tengah diterapkan  demi sebuah keuntungan, atau kemenangan. Dimana sisi kewajarannya? Pelanggaran ini dilakukan dengan sengaja dan penuh kesadaran diri, dan saya yakin, si pelaku pun tahu  bahwa itu adalah kesalahan. Sangat tidak wajar menurut saya. Apalagi dalam hal Ujian Nasional, sudah cukup kenyang masyarakat Indonesia disuguhi dengan kesalahan-kesalahan yang diwajarkan. Kalau Menterinya sudah mewajarkan, bagaimana kebawahnya, tentu  hal itu akan dianggap benar.  Dan bagaimana nasib UN  ke depannya, kalau kecurangan ujian kali ini diwajarkan.


Kalau memang malas menanggapi hasil UN dengan serius, yakni melakukan evaluasi total dengan tegas dan tajam. Kenapa kata-kata seperti itu harus dikeluarkan. Tidakkah sadar pak Mohammad Nuh, bahwa dirinya adalah menteri. Karena kata-katanya itu akan jadi setrum yang menyengat dan melemaskan bagi para personil yang terlibat dalam ujian Nasional, sehingga evaluasi UN akan diabaikan begitu saja, karena “kewajaran itu”.
Meski UN agenda pendidikan yang merepotkan, kan sudah menjadi tugas Menteri Pendidikan untuk mengurusi hal tersebut sebagai salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan Nasional. Sikap hati-hati dan waspada akan terjadinya kemungkinan kesalahan, apalagi kecurangan tentu harus ditanggapi dengan serius dari awal hingga akhir Ujian Nasional, termasuk hasil UN. Lihat saja kasus kebocoran soal ujian Nasional yang sudah beberapa kali terjadi di tahun-tahun sebelumnya, apakah akan dibiarkan juga, dan hal itu pun wajar. beritanya di sini.

Sebagai seseorang yang berdiri di sektor tertinggi pemerintahan yang menangani  Pendidikan, harusnya sikap profesionalisme lebih ditanamkan di dalam diri sebagai tauladan dan bukti akan tugasnya. Tentang beratnya tugas, itu sudah jadi kewajaran sebagai Menteri, sebab kalau bukan menteri Pendidikan, siapa lagi yang akan peduli pada nasib bangsa ini khususnya di bidang pendidikan.

“Sebagai manusia, bukan malaikat, wajar jika terjadi kesalahan, tapi sebagai menteri, sangat tidak wajar mewajarkan kecurangan yang jelas-jelas itu dilakukan untuk menipu diri Pak Menteri.
Semoga menteri pendidikan bisa bersikap lebih profesional dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...