"Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Nge-blog Menumbuhkan Minat Menulis

Oleh DASAM SYAMSUDIN

Seorang teman menyuruh saya membuat weblog, katanya "agar tidak ketinggalan zaman". Dengan iseng saya menuruti ajakan teman saya itu, yang kini menjadi guru nulis saya (Sukron Abdilah). Mula-mula saya hanya memposting satu tulisan yang berjudul "Aku tidak bisa menulis". Kemudian, setelah itu saya mendapat komentar dari teman. Akhirnya, berawal dari situ saya tidak bisa menghentikan aktivitas menulis. Bahkan guru nulis saya, sampai mengatakan, "kamu menulis seperti kesetanan saja". Karena, setiap hari hidup saya diisi dengan menulis. Dari sini pula minat membaca saya meningkat, karena ingin tulisan itu bernilai pendidikan.

MENGARUNGI arus modern yang membuka gerbang globalisasi, telah mengalirkan teknologi-teknologi canggih yang setiap hari bisa disaksikan oleh manusia. Bukan hanya disaksikan, tapi mereka juga bisa mengarunginya (menggunakannya). Msialnya, dunia virtual (internet) yang dihadirkan perusahaan media komputer seperti Michrosoft telah menyedot perhatian masyarakat dunia.

Salah satunya yang banyak dikonsumsi masyarakat, terkhusus kalangan akademisi adalah weblog atau biasa disebut blog. Weblog adalah website yang disediakan perusahaan seperti, Blogspot, Wodrpress, Multiply dan lain-lain, kepada para pengguna internet secara gratis. Di blog, kita bisa membuat media online sendiri, di mana pada tempat itu, kita bisa memposting tulisan, gambar, video atau informasi lainnya.

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari weblog, atau menggunakan weblog. Diantaranya, kita bisa berbagi informasi mengenai hal pendidikan, teknologi, budaya, politik dan lain sebagainya. Tentu saja informasi itu bisa kita publikasikan berupa tulisan. Nah, disinilah salah satu manfaat besar memiliki blog, seseorang akan terhanyut secara tidak disadari mengarungi dunia tulis-menulis. Dan secara tidak langsung, ia telah beralih dari budaya baca atau simak menuju budaya tulis.

Di era modern, masyarakat tidak hanya dijejali dengan berbagai informasi yang ia konsumsi dari orang lain. Akan tetapi, ia juga harus ikut membagi informasi kepada orang lain dari pemikirannya. Dengan demikian, arus informasi-pengetahuan (baca : ilmu) atau pertukaran pemikiran akan meramaikan dunia, dan masyarakat tidak terbelengu menjadi masyarakat yang korban pemikiran. Tapi, dengan nge-blog kita bisa mengkritisi, atau bahkan memberi ide-ide baru tentang informasi tersebut.

Menulis melahirkan ide-ide

Untuk mengisi blog, tentu saja kita harus rajin menulis, karena weblog memang tempatnya kita memposting atau mempublikasikan tulisan. Memang, masih banyak masyarakat yang belum meninggalkan budaya simak atau baca dan belum beralih menuju budaya tulis, termasuk kalangan akademisi. Untuk memicu hal itu dan menumbuhkan minat menulis. Tidak ada salahnya kita mencoba membuat blog sendiri, atau media sendiri tempat kita mencurahkan tulisan agar dibaca orang lain.

Dengan demikian, dengan sendirinya kita akan tergugah untuk melahirkan tulisan sebagai tempat kita menuangkan ide atau gagasan. Seandainya budaya tulis telah tertanam di dalam diri, maka kita tidak akan puas dengan pengetahuan yang ada pada diri kita. Kita akan selalu haus informasi dan ilmu, karena kita ingin selalu mengaktualisasi ide yang dituangkan dalam tulisan mengikuti perkembangan zaman.

Hal itu telah saya rasakan, dulu sebelum mempunyai blog, saya hanya mengkonsumsi informasi yang ada di dalam media online atau media massa lainnya. Namun, setelah saya mempunyai media sendiri, blog itu, setiap ada informasi yang menurut saya tidak sesuai (tidak setuju). Saya selalu ingin terlibat dalam masalah tersebut, dengan melahirkan ide-ide dari literatur yang saya baca. Kemudian disajikan dalam bentuk tulisan dan dipublikasikan diinternet melalui blog saya.

Kendati tulisan saya belum tentu bagus, namun ada baiknya, yaitu kita menulis dan berusaha menuangkan ide kita membaginya kepada masyarakat. Bukankah hal ini baik? Apalagi untuk kalangan akademisi. Bahkan Umberto Ecco mengatakan, bahwa menulis adalah "kewajiban moral". Ucapan ini ditujukannya kepada mereka yang mempunyai ilmu, agar mau menuangkannya kedalam tulisan. Hal ini tentu saja agar pengetahuan yang kita miliki tidak hilang. Karena, menuliskan ilmu yang kita ketahui akan lebih kuat bersemayam di dalam pikiran (tidak mudah lupa).

Oleh karena itu, bagi mereka yang belum atau memang tidak suka dunia tulis menulis. Harus mencoba membuat blog—bisa belajar pada yang bisa—dengan sendirinya kita akan terpicu untuk menghadirkan karya tulis sendiri di dalam blog yang kita miliki. Lagipula hal itu sangat baik, karena kita membagi pengetahuan pada masyarakat pengguna internet—menurut agamawan, hal itu "ibadah" (karena berdakwah, walaupun hanya didunia virtual).

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...